Skmnuansanews.wordpress.com-Lubuklinggau, Isu rolling dan mutasi guru masih bergulir di kalangan siswa dan guru di beberapa sekolah dalam kota Lubuklinggau. Kemarin ratusan siswa yang berasal dari beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) kembali mendatangi dewan menuntut agar pihak diknas tidak memaksakan kebijakan rolling atau mutasi guru kalau hal ini tetap dilakukan maka sebaiknya Kepala Dinas Pendidikan mengundurkan diri dari jabatannya.

Ratusan siswa dengan didampingi oleh puluhan guru mendatangi gedung dewan sekitar jam 9.00 WIB dengan membawa spanduk dan baliho yang bertuliskan mengecam kebijakan Hj. Septian Zuraidah selaku Kadiknas Lubuklinggau yang akan menjalankan kebijakan rolling mutasi guru. Alasan ratusan siswa ini apabila rolling dan mutasi guru tetap dilakukan maka akan mengganggu konsentrasi siswa yang sebentar lagi akan menghadapi ujian Nasional.

“Kalau kebijakan rolling dan mutasi tetap dilakukan oleh Kadiknas maka secra otomatis akan mengganggu persiapan siswa dalam menghadai ujian nasional, lebih dari itu kadiknas tidak melihat hubungan bathin yang sudah terbangun antara siswa dan guru, intinya kita menolak kebijakan ini,” tegas Yud (19) Salah seorang siswa yang ditemui saat melakukan aksi di gedung DPRD Lubuklinggau kemarin.

Setelah melakuakan orasi perwakilan siswa dan guru diterima langsung oleh ketua DPRD dan pimpinan lainnya, Dalam dialog tersebut Ketua DPRD Lubuklinggau Hasibi Assidiki mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak diknas untuk menunda rolling atau mutasi guru mengingat siswa yang saat ini tengah melakukan persiapan untuk menhadai ujian nasional.

“ Kita sudah menyampaikan aspirasi para siswa agara pihak diknas tidak melakukan rolling ataupun mutasi kepda para guru, namun kalaupun harus ada mutasi atau rolling guru maka sebaiknya hal tersebut dilakukan untuk tahun ajaran mendatang,” katanya

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Lubuklinggau Hj. Seftiana Zuraidah kepada wartawan terkait dengan aksi siswa yang menolak kebijakan rolling dan mutasi guru dengan tegas mengatakan bahwa yang dilakukan oleh pihaknya saat ini bukan mutasi atau rolling guru tetapi merupakan kebijakan untuk pemerataan penempatan tenaga guru di sekolah yang kekurangan guru.

“Tidak ada mutasi atau rolling yang ada hanya pemerataan guru sebab hal ini juga menyangkut kualitas pendidikan yang merata di setiap sekolah,” tegasnya
Dia menambahakan kalau seandainya apa yang dilakukannya selaku Kadiknas Lubuklinggau masih dianggap keliru maka untuk kepentingan siswa dan dunia pendidikan yang lebih besar maka dirinya siap meletakan jabatannya selaku kepala dinas. Tetapi alangkah baiknya semua pihak bisa menerima penjelasan dan menghimbau agar tidak mengorbankan hak belajar siswa.

“ Kalu memang saya menjadi penyebab persoalan ini dan untuk kepentingan siswa dan dunia pendidikan di kota Lubuklinggau yang lebih baik maka saya siap mundur dari jabatan yang saya emban saat ini,” demikian tegasnya. (TG)