Foto: Proyek Pelebaran Jalan

skmnuansanews.wordpress.com-Lubuklinggau, Pengerjaan pelebaran jalan Yos Sudarso, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, Sumsel, saat ini telah memutus jalur telepon PT Telkom dikawasan tersebut.Pelaksanaan proyek multyears yang dikerjakan oleh PT Baniah Rahma Utama (BRU) mengakibatkan 60 jaringan telepon dan 6 jalur lampu jalan putus.

” Pihak pelaksanaan kegiatan ini tidak koordinasi dengan pihak kami, jika mereka berkoordinasi tentunya pihak Telkom akan menurunkan pengawas,” ungkap Sudiono, Teknisi lapangan PT Telkom Lubuklinggau, Senin (03/01).

Pengerukan yang dilakukan oleh PT Baniah ini di dua sisi jalan sedalam 40 centimeter membuat kabel optik jaringan internet dan telpon milik PT Telkom untuk pelanggan di area kelurahan Kupang hingga Perbatasan Desa pedang Kabupaten Musi Rawas terganggu. Dan 60 jaringan telpon dan speedy terputus total selama 2 hari.

Selain itu pihak pelaksanaan proyek pembangunan jaringan lampu jalan sepanjang jalan yang di dikerjakan PT Baniah pun mengeluh, menurut pengawasnya hal itu juga diakibatkan karena tidak adanya koordinasi dengan pihak mereka.

” 6 jalur jaringan listrik untuk penerangan lampu jalan yang kami kerjakan putus, dan hingga saat ini tak ada kejelasan dari pihak PT Baniah, apakah akan diperbaiki atau diganti. Kita mengetahui hal ini karena ada laporan masyarakat terkait kegiatan ini, ” ujar Edy, pengawas lapangan proyek Lampu.

MAsih menurut Edy, saat ini ada sekitar 9 tiang lampu jalan yang mereka kerjakan pondasinya rusak akibat dihantam alat berat PT Baniah. Hal itu berakibat kemiringan tiang listrik untuk lampu jalan yang mereka kerjakan condong dan dikhawatirkan roboh.

Hal senada juga dikatakan warga setempat yang mengeluh jalan mereka terganggu oleh kegiatan tersebut yang dilakukan pada siang hari, Hal ini berakibat banyaknya debu serta jalan yang macet. Akibat pelaksanaan yang sembrono tersebut, Hari ini satu pegawai PT Baniah menurut warga terluka dikepala, karena kemarahan warga setempat yang merasa terganggu kegiatan pelaksanaan proyek itu.

” Ada satu orang pengawas yang terluka, akibat kemarah warga. Karena aktivitas mereka terganggu dan tidak bisa melewati jalan untuk keluar dari rumah penduduk setempat, ‘ ujar Rabani.

Dilain pihak, Sutamy konsultan pengerjaan proyek ini membantah tidak adanya koordinasi dengan pihak PT Telkom, PDAM dan pihak lainnya.

” Jika ada masalah seperti ini, baru beberapa pihak mengatakan tidak ada koordinasi. Dulu pada bulan puasa sekitar agustus, kita sudah koordinasi, seperti halnya pengerjaan lampu jalan kita minta dikerjakan pada bulan januari 2011 ini, agar jaringan mereka tidak terganggu, ” papar Tamy.

Pada rapat koordinasi pihak PT Telkom mengatakan infrastrsuktur mereka tertanam sedalam 1,5 meter begitu juga dengan PDAM. Dalam kesempatan itu pihaknya sudah mengutarakan akan melakukan pelebaran jalan satu meter dengan melakukan penggalian sedalam 40 Cm, namun saat dilakukan penggalian dengan alat berat sedalam itu ketemu kabel PT Telkom dan yang lainnya.
Untuk itu pihaknya menolak jika disalahkan sebagai penyebab kerusakan jalur PT Telkom, lampu jalan dan jalur PDAM. Karena mereka melakukan pekerjaan tersebut sesuai dengan gambar spesifikasi dan RAB proyek yang ditentukan Dinas PU Provinsi Sumsel.(*)