SKMnuansanews.wordpress.com-Musi Rawas, Banyak pihak menyayangkan indikasi kegagalan program Inseminasi Buatan (IB) Pada dinas peternakan dan perikanan kabupaten Musi Rawas. Selain dinilai pemborosan anggaran program tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi keuangan Negara.

Menurut Koordinator LSM Sumpah Undang – Undang (SUU) Herman Sawiran kalau ada pengakuan dari penangungjawab atau pejabat yang membidangi program IB tersebut gagal maka sangat memungkinkan adanya indikasi kuat kerugian bagi keuangan daerah. Sebab bukan hanya masalah tolak ukur keberhasilan program yang tidak jelas tapi bagaimana pola anggaran program IB tersebut di belanjakan.

“Rasanya kalau pejabatnya sendiri mengaku gagal pasti ada yang tidak beres dalam program itu, maka patut kita pertanyakan juga kemana uang yang dianggarkan tersebut di belanjakan, artinya tidak menutup kemungkinan ada uang negara yang disalahgunakan dari program itu,” katanya

Dia menambahkan sangat tidak mungkin program yang berdasarkan data yang ada dikatakan sukses sementara pejabat yang berwenang yang membidangi program tersebut dengan tegas menyatakan gagal hal ini menunjukan ada kesalahan patal dari yang terjadi dan ini akan menjadi pertanyaan publik apa yang terjadi dalam SKPD tersebut.

“Pejabat yang membidanginya sendiri mengaku gagal, jadi dugaan lainya salah satunya berpotensi merugikan keuangan daerah harus juga di selidiki, hal ini bisa saja terjadi sebab adanya pengakuan kegagalan program IB ini” jelasnya

Lebih Lanjut Herman mengatakan, potensi kerugian keuangan negara bisa saja terjadi karena hampir setiap tahuan anggaran program IB ini selalu dianggarkan dengan jumlah yang besar yaitu hampir menyentuh angka Rp. 450 Juta. Kalau setiap tahun uang APBD Musi Rawas di kuras dengan program seperti ini dan faktanya gagal maka program ini harus dipertanyakan sebab memunculkan dugaan dan persepsi publik yang tidak baik.

Sebelumnya, Anggota Komsi II DPRD Musi Rawas I Wayan Kocap memastikan akan menyelidiki dan mengevaluasi program IB ini, kalau fakatanya program ini gagal berdasarkan pengakuan pejabat yang berwenang maka dipastikan program IB tersebut tidak bisa dilanjutkan alias tidak akan bisa dimasukan pada tahun anggaran berikutnya.

Kegagalan program IB ini diakui langsung oleh Kabid Petenakan Disnakan Musi Rawas, Suprayitno yang mengatakan kegagalan program IB ini terjadi karena pihaknya tidak memiliki tolak ukur dan pola pengawasan dalam memantau pelaksanaan program. Sehingga Akseftor (Sapi yang di Inseminasi) milik masayarakat tidak bisa di pantau apa yang terjadi setelah akseftor menerima Inseminasi.

“ Iya benar program IB ini gagal, sebab kita tidak memiliki tolak ukur keberhasilan program karena akseftor yang di insemisai tidak setiap saat bisa kita awasi,” katanya

Pada tahun 2009 lalu disnakan Mura menganggarkan dana sekitar Rp.400 Juta dengan jumlah akseftor mencapai 6000 ekor. Program ini diakui gagal oleh pejabat bidang peternakan namun berdasarkan data di klaim sukses oleh bidang program dinas peternakan dan perikanan. (TG)