Skmnuansanews.wordpress.com-Musi Rawas, Puluhan massa dari Forum Masyarakat Menggugat (FRM) dari Desa Bumi Makmur (sp 6)dan Tria Anggun Jaya (Sp 5) melakukan aksi massa ke gedung pemerintahan kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, Sumatera Selatan, meminta penyelesaian sengketa lahan batas wilayah desa dan jaminan keamanan atas intimidasi pihak kepolisian Kabupaten Muara Enim di dessa meraka.

Massa yang merupakan perwakilan dari tokoh masyarakat dan perangkat desa ini, seyogya meminta bertemu dengan Bupati Mura, Ridwan Mukti untuk mengadukan masalah mereka yang tak kunjung selesai hingga saat ini. Mereka mengeluhkan arogansi pihak PT MHP, yang selalu mengancam akan melalukan penggusuran dilahan mereka serta tindakan sweeping kepolisian Muara Enim yang masuk kerumah-rumah warga meresakan mereka. Meski hingga saat ini tak ada yang ditangkap pasca pembakaran aset PT MHP yang diduga oleh warga Suban Ulu Kabupaten Muara Enim.

” Kami sudah putus asa, kami berharap hari ini dapat bertemu langsung dengan Bupati Mura. Sebab selama kasus ini muncul, pak Bupati anti bertemu kami, apakah kami tak diakui sebagai warga Mura ?. Padahal pilkada lalu kami semua mencoblos RM-HG, ” keluh Indra ketua FRM, Selasa (18/10).

Dalam orasinya massa yang dipimpin oleh Andre Novanto, ketua Hukum dan HAM Front Perlawanan Rakyat (FPR) menuntut kejelasan batas desa mereka yang telah di menjadi desa Definitif sesuai Sk gubernur Sumatera Selatan, tahun 1998, kedua meminta agar intimidasi dari kepolisian Kabupaten Muara Enim dihentikan terhdapa warga pasca pembakaran asset PT MHP, sebab trans HTI bukan wilayah Muara Enim. Ketiga mereka meminta Kapolda Sumsel mengusut keberadaan polisi Kabupaten Muara Enim yang masuk bukan wilayah kerjanya.

” Kami meminta Kapolda Sumatera Selatan menarik keberadaan polisi Muara Enim di daerah bukan wilayah hukumnya, hal ini semakin menyakinkan kami bahwa kepolisian tidak netral. Dan cenderung menjadi antek perusahaan, ” tegas Andre dalam orasinya.

Aksi ini kemudian disambut sekretaris daerah (Sekda) Mura diruangan of room pemkab Mura yang dihadiri juga oleh Assisten I, Mifta Joni, Kapolres Mura, AKBP Imam Sachroni, Dandim, Komisi I, Kadihut, Kdinakertrans, Camat Muara Lakitan dan pihak PT. MHP. (*)