Skmnuansanewsa.wordpress.com-Musi Rawas, Pelantikan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) formasi 2008 dari jalur umum dan honorer kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan yang dilantik hari ini, selasa (21/09). Sekitar 20 orang dari 453 dibariskan terpisah dengan peserta lainnya, karena dianggap tak dukung program Mura Darussalam.

“Ini salah satu peringatan, karena mereka dilantik sebagai PNS di Musi Rawas Darussalam, mereka harus konsisten untuk mendukung program Musi Rawas Darussalam, termasuk dalam aturan berbusana dan tingkah laku,” jelas Wakil Bupati Mura, Hendra Gunawan kepada wartawan seusai pelantikan kemarin.

Hal ini disebabkan karena mereka dianggap tidak mendukung program Mura Darussalam dengan tidak menggunakan jilbab saat acara pelantikan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan di gedung Auditorium Pemkab Musi Rawas.

Padahal menurut pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Musi Rawas, mereka sebelumnya sudah diberitahu mengenai busana yang digunakan saat acara pelantikan tersebut.

Saat prosesi pelantikan di gedung auditorium tersebut, kedua puluh CPNSD yang kesemuanya wanita tersebut, dibariskan disisi kiri meja para pejabat dan Muspida tepatnya diibagian kanan depan para peserta yang lain. Sehingga semua peserta yang dilantik dapat melihat muka mereka.

Dia mengatakan saksi dan peringatan kepada mereka hanya saat pelantikan saja, tidak sampai kepada sanksi yang menyangkut hak-hak para CPNSD yang dilantik menjadi PNS tersebut.

Sementara itu, kepala BKPP Musi Rawas Hj Rita Mardiyah mengatakan,sebelumnya pihaknya telah memberitahukan kepada ratusan CPNS yang akan dilantik tersebut untuk menggunakan baju batik korpri, bercelana dan rok panjang hitam serta menggunakan kopiah untuk laki-laki dan berjilbab untuk yang perempuan.

“Itu hanya berlaku untuk CPNSD yang beragama islam, kalau yang non-muslim mereka hanya menggunakan baju batik korpri dan celana panjang hitam. Karena mereka tidak mengindahkan hal tersebut sanksinya seperti itu, namun ini hanya sekedar peringatan, agar program dan konsistensi mendukung perwujudan Musi Rawas Darussalam dapat terlaksana,” jelasnnya.

Saat ditanyakan apakah mereka yang dianggap tak mendukung program pemerintah daerah itu akan mendapatkan sangsi ?, ia mengatakan bahwa tidak ada, tindakan yang dilakukan memajang ke dua puluh CPNSD tersebut hanya untuk peringatan saja, tidak ada sanksi lain seperti penundaan pemberian SK atau lainnya.

Salah seorang CPNSD yang mendapatkan sanksi saat pelantikan kemarin, Trisnawati mengaku kaget dengan apa yang dialaminya. Dirinya saat terkejut saat dipanggil dan diharuskan duduk dibagian depan tersebut. Dia mengaku awalnya dia merasa seperti jadi tontonan. Dia mengaku, tidak menerima pemberitahuan mengenai busana pelantikan yang harus menggunakan jilbab tersebut.

“Saya mendapatkan informasi mengenai pelantikan hari ini, saya nanya kepada teman-teman yang lain masalah pakaian, seperti saat pelantikan prajabatan. Saya sempat nanya langsung kepada pegawai dikantor BKPP Musi Rawas jawabannya juga sama, makanya saya datang tidak menggunakan jilbab, ternyata disuruh duduk didepan,” ujarnya.

Pelantikan CPNSD menjadi PNS dilingkungan kabupaten Musi Rawas kemarin, total yang dilantik sebanyak 453 orang. Terdiri dari 10 orang golongan I, 194 orang golongan II serta 249 orang golongan III. Mereka merupkan CPNSD dari jalur honorer sebanyak 130 orang dan jalur umum sebanyak 323 orang yang merupakan formasi pengangkatan tahun 2008. Sedangkan untuk jumlah berdasarkan formasi, CPNSD yang dilantik yaitu terdiri dari tenaga kesehatan sebanyak 65 orang, kependidikan atau guru 215 orang serta untuk tenaga tekhnis sebanyak 173 orang. (*)