Skmnuansanews.wordpress.com-Musi Rawas , Kondisi jembatan gantung ditas sungai Batang Empu yang terletak di desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas sangat mengkhawatirkan.

kondisi jembatan yang memiliki panjang 60 meter dan lebar sekitar 1,5 meter tersebut saat ini nyaris putus. Lantai jembatan sudah banyak yang lepas, sehingga sangat membahayakan warga yang melintas diatasnya. Apalagi jarak lantai jembatan dengan permukaaan sungai Batang Empu, mencapai 10 meter. Selain banyak lantainya yang sudah lepas, kawat penahan lantai jembatan ke kawat utama jembatan sudah banyak yang putus dan hilang, sehingga warga mengantinya dengan tali.

Bahkan sekitar 10 meter dari pangkal jembatan, lantai jembatan sudah terlepas dengan panjang sekitar 2 meter.

Menurut Azwar,35, warga desa Tanjung Agung, kondisi jembatan gantung tersebut sudah ahmpir tiga tahun seperti itu. Dengan kondisi itu, warga terutama wanita dan anak-anak tidak berani melintas diatas jembatan tersebut.

“Kalau wanita sama anak-anak jelas suda tidak berani lagi melintas melalui jembatan, kalau mereka hendak ke ladang, mereka harus menggunakan perahu untuk nyeberang,” jelasnya.

Dia mengakui disebarang jembatan tersebut memang tidak ada perumahan penduduk, namun jembatan itu digunakan oleh mayoritas warga desa sebagai akses utama menuju lahan perkebunan mereka yang terletak di lerang Bukit Lilin, Kecamatan Karang Jaya. Dengan tidak bisa difungsikannya jembatan tersebut, otomatis warga harus mengeluarkan biaya untuk ongkos nyeberang dengan menggunakan perahu.

“Memang tidak ada pemukiman, namun kebun warga desa ini rata-rata diseberang, jadi jembatan ini adalah sarana penghubung. Kalau sudah mau putus begini, kami mesti mengeluarkan biaya untuk sewa perahu, bahkan untuk membuat perahu sendiri,’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat desa Tanjung Agung, H. Sedin mengatakan, jembatan tersebut dibangun oleh pemerintah sekitar tahun 2004 lalu. Hingga sekarang belum ada perbaikan sama sekali. Menurutnya, jembatan tersebut masih bisa digunakan akhir-akhir ini karena swadaya masyarakat sendiri yang berinisiatif untuk memperbaiki jembatan tersebut.

“Perbaikannya paling-paling mengganti lantai jembatan, kalau penggantian kawat seling penahan utama jembatan belum pernah, kalau sekarang kondisinya, mas bisa lihat sendiri,” jelasnya , kemarin.

Dia menambahkan, kondisi jembatan yang tidak layak digunakan lagi tersebut sudah berlangsung tiga tahun belakangan ini. Meskipun ada perbaikan, kondisi jembatan tetap saja mengkahwatirkan.

“Itu tadi, perbaikan paling-paling mengganti lantai dan kayu penahan lantai, itupun tidak bertaham lama,” jelasnya.

Terkait kondis jembatan tersebut, dia mengatakan pihaknya bersama perangkat desa yang lain, sudah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan jembatan, namun hingga kini hal tersebut belum pernah digubris oleh jajaran terkait.

“Kalau itu sudah berulang kali, baik oleh pemerintah desa, kami bahkan oleh warga sendiri, tapi hingga sekarang belum ada respon,” cetusnya. (*)